Terima Kunjungan Wakil Dubes Belanda, Gubernur Kalsel Bahas Aset yang Tertahan di Negeri Kincir Angin
Muhidin mengatakan, pihak Belanda membuka peluang bagi Pemprov Kalsel untuk menyampaikan surat resmi terkait aset-aset tersebut.
Ia pun langsung meminta Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin bersama jajaran terkait menyiapkan surat tersebut.
“Saya perintahkan Pak Sekda dengan rekan-rekan lain, mulai hari ini sampai malam, harus besok sudah selesai suratnya,” tegasnya.
Surat tersebut nantinya juga akan disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan RI. Muhidin berharap momentum kunjungan Menteri Kebudayaan RI ke Belanda dalam waktu dekat dapat dimanfaatkan untuk membahas kemungkinan pengembalian aset bersejarah tersebut ke Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.
Namun, Muhidin memahami pengembalian aset tersebut membutuhkan pembicaraan lebih konkret antara pemerintah Indonesia dan Belanda.
“Beliau tidak bisa memastikan apakah itu bisa dikembalikan atau tidak. Karena itu perlu pembicaraan yang lebih konkret antara Indonesia dengan pemerintah Belanda,” jelas Muhidin.
Ia berharap komunikasi tersebut menjadi langkah awal memperkuat kerja sama sekaligus memperjuangkan warisan sejarah Kalsel. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)