Benih Padi Siam Madu Murakata Akan Dikembangkan di Papua untuk Warga Kalsel
Pengembangan lintas daerah ini sekaligus menunjukkan bahwa varietas lokal tidak berhenti sebagai kekayaan pertanian suatu wilayah, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi dan ketahanan pangan di daerah lain.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Lunanka V.M.L menyampaikan, pihaknya terus mendorong peningkatan produksi pertanian untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkenalkan varietas unggul lokal dari Kalimantan Selatan untuk dikembangkan di Papua.
Selain kepentingan produksi, pengembangan Siam Madu Murakata juga memiliki dimensi sosial dan budaya.
“Kehadiran varietas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kerinduan masyarakat asal Kalimantan Selatan yang merantau dan menetap di Papua terhadap komoditas pangan yang memiliki cita rasa khas daerah asal,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, distribusi benih antarpulau tetap mengikuti ketentuan karantina.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023 sebagai aturan pelaksanaannya, benih yang dibawa keluar pulau wajib melalui prosedur pemeriksaan laboratorium sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Prosedur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga mutu genetik dan memastikan benih yang didistribusikan memenuhi ketentuan karantina sebelum dikembangkan di wilayah tujuan.
Dalam kunjungan tersebut, benih Siam Madu Murakata yang dibawa dari Kalimantan Selatan sebanyak 50 kilogram.
Benih tersebut diproyeksikan untuk ditanam pada lahan seluas sekitar 2 hektare di Papua sebagai tahap awal pengembangan.
Pengembangan Siam Madu Murakata di Papua menjadi bentuk kolaborasi antarpemerintah daerah dalam memperluas pemanfaatan sumber daya genetik tanaman pangan, sekaligus membuka ruang bagi varietas unggul lokal Kalsel untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di luar daerah. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)