“Memang akan ada sedikit penurunan debit air dari kapasitas normal, yaitu sekitar 10 sampai 15 liter per detik. Penyesuaian debit tersebut merupakan bagian dari prosedur standar operasional yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan fasilitas WTP serta memastikan proses pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan aman dan optimal,” jelasnya.

BPAM Banjarbakula juga meminta pengertian pelanggan atas penyesuaian sementara tersebut. Pemeliharaan WTP 250 L/s dan 500 L/s diharapkan mampu mempertahankan keandalan sistem pengolahan, sekaligus memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan secara aman dan berkelanjutan.

“Pada prinsipnya, seluruh upaya ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga keamanan, keandalan, dan keberlangsungan pelayanan air bersih bagi seluruh pelanggan di wilayah layanan Banjarbakula, baik saat ini maupun untuk jangka panjang,” tegas Wahyu. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)