WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta bertemu Gubernur H Muhidin untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai berdampak terhadap masyarakat.

Permintaan audiensi itu disampaikan puluhan mahasiswa di depan kantor gubernur, Banjarbaru, Rabu (30/9/2026) siang. 

Dari pantauan di lapangan, massa masih tertahan polisi dan belum diperkenankan masuk ke area kantor.

Baca juga: Korban Terbakar di Alfamart Gambut Punya Kartu RSJ Sambang Lihum

Baca juga: Dishub Evaluasi Jam Operasional Dumptruck, Pascatewasnya Siswi SMAN 1 Banjarmasin

Perwakilan mahasiswa dalam orasinya mengatakan, kedatangan mereka untuk meminta gubernur menangani sejumlah persoalan yang terjadi di Kalsel beberapa waktu terakhir.

“Kami ingin bertemu dengan Gubernur Kalimantan Selatan untuk membahas berbagai persoalan yang terjadi di Kalimantan Selatan,” ujarnya dalam orasi.

Salah satu persoalan yang mereka soroti yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. 

Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap masyarakat, termasuk munculnya kabut asap yang mengganggu aktivitas warga.

“Karhutla masih terjadi dan berdampak kepada masyarakat, seperti kabut asap yang mengganggu aktivitas warga dan persoalan kesehatan seperti ISPA,” lanjutnya.

Selain persoalan karhutla dan dampak kabut asap, mahasiswa juga ingin menyampaikan masalah akses air bersih yang dinilai masih sulit diperoleh sebagian masyarakat.

“Kami juga ingin mengaudiensikan persoalan air bersih yang sulit didapatkan atau dialirkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Berbagai persoalan tersebut menjadi bahan yang ingin disampaikan mahasiswa secara langsung kepada Gubernur Kalsel melalui audiensi.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi tersebut masih berlangsung dengan mahasiswa menunggu kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan persoalan yang mereka bawa kepada Gubernur Kalsel H Muhidin. (wartabanjar.com)