Petani Minta Pompa Air Hadapi Kekeringan, Distan HST Ajukan Bantuan ke Kementan
Dinas Pertanian HST juga mengupayakan dukungan melalui berbagai sumber anggaran, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Namun, Wardani menyebut sebagian besar kebutuhan bantuan pertanian diupayakan melalui Kementerian Pertanian.
“Kami mengusahakan apa yang dibutuhkan petani bisa melalui anggaran APBN ataupun provinsi. Kebanyakan juga dari Kementerian Pertanian alokasi anggarannya,” katanya.
Kekeringan tidak hanya berdampak terhadap tanaman padi. Kondisi lahan yang kering juga membuat penanaman jagung saat ini sulit dilakukan.
Menurut Wardani, penanaman komoditas tersebut diperkirakan baru kembali dilakukan sekitar November.
Sementara untuk tanaman cabai, sebagian petani masih berupaya mempertahankan tanaman yang ada dengan mencari sumber air yang dapat digunakan untuk penyiraman.
“Kalau lombok, bagi petani yang di lapangan masih ada tanaman lomboknya. Mereka mencari mata air yang kiranya bisa digunakan untuk menyiram tanaman yang tersisa,” ujarnya.
Wardani menambahkan, kekeringan merupakan kondisi alam yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan.
Oleh karena itu, upaya penanganan dilakukan dengan mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus mendorong dukungan sarana pengairan bagi lahan pertanian.
“Kalau kekeringan ini karena alam, sulit juga kita mengendalikan. Dari Kementerian juga memaparkan berbagai macam bantuan, seperti irigasi pompa dan irigasi jaringan tanah,” pungkasnya. (wartabanjar.com)