Penerbangan tidak dilakukan sembarangan dan harus melibatkan analisis para ilmuwan dan ahli dari BMKG maupun BRIN untuk menentukan keberadaan serta potensi awan yang dapat disemai.

Pelaksanaan OMC umumnya dilakukan setelah pukul 14.00 Wita ketika proses penguapan mulai berlangsung dan awan berpotensi berkumpul.

Hilman menegaskan, keberhasilan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer. 

Teknologi modifikasi cuaca dapat membantu mempercepat proses turunnya hujan, tetapi tetap membutuhkan bibit awan yang memadai.

“Kita sama-sama berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga diberikan keberkahan dan rezeki hujan untuk membasahi Tanah Banua yang kita cintai ini,” pungkas Hilman.(wartabanjar.com)