Menurutnya, nikmat tidak hanya berupa harta, pangkat maupun jabatan, tetapi juga kesehatan, keselamatan dan ketenteraman yang sering kali tidak disadari nilainya.

“Pangkat dan jabatan bisa naik, kekayaan bisa hilang dalam sekejap mata. Hari ini kaya, besok bisa menjadi miskin. Hari ini berkuasa, besok bisa tidak berkuasa. Karena itu, kenikmatan yang diberikan Tuhan harus kita syukuri dan kita jaga,” pesannya.

Ia kemudian mengingatkan tentang istidraj, yakni kondisi ketika seseorang terus memperoleh kenikmatan meski tetap melakukan kemaksiatan dan menjauhi perintah Allah SWT.

Kisah Fir'aun menjadi contoh yang memperoleh kekuasaan dan kemewahan, namun justru semakin jauh dari ketaatan hingga mengaku sebagai Tuhan.

Di akhir tausiahnya, Guru Hasanuddin mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian dan ketenteraman Kabupaten Banjar dengan meningkatkan keimanan serta menjauhi perbuatan yang dapat menghilangkan nikmat Allah SWT.

“Mudah-mudahan Kabupaten Banjar diselamatkan oleh Allah SWT, dunia sampai akhirat. Mudah-mudahan kita mendapat syafaat Rasulullah SAW,” doanya. (wartabanjar.com)