Di Balik Ricuh Penunjukan Pelatih Timnas Italia, Maldini Merasa Dikhianati
WARTABANJAR.COM - Timnas Italia telah memastikan penunjukan Roberto Mancini sebagai pelatih. Namun itu adalah hasil dari proses penuh gejolak selama dua pekan. Bagaikan roller coaster.
Dan dari proses itu, setidaknya ada tiga orang yang menjadi "korban". Yakni Andrea Pirlo, yang gagal jadi pelatih timnas, serta Paolo Maldini dan Leonardo, yang mengundurkan diri sebagai direktur teknik dan penasihatnya, dari FIGC.
Padahal, mereka baru menjabat sekitar 17 hari. Mereka ditunjuk pada 11 Juli 2026, lalu resign pada Selasa, 28 Juli 2026.
Hal itu terjadi menyusul dijegalnya Pirlo sebagai pelatih. Namun, itu bukan semata-mata alasan Maldini dan Leonardo meninggalkan posisinya.
Anda sudah tahu, Maldini dan Leonardo akhirnya mengumumkan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia pada Minggu, 26 Juli 2026. Itu pilihan final mereka setelah dua orang yang didekati, Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola, menolak.
Namun, hanya beberapa jam sebelum diperkenalkan sebagai pelatih baru (Pirlo bahkan sudah tiba di Roma hari itu), FIGC membatalkannya.
Mereka menolak Pirlo karena mantan bintang AC Milan dan Juventus itu punya deal sponsor dengan platform taruhan asal Rusia. Hal itu memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Juga bertentangan dengan prinsip FIGC.
Namun, bukan itu yang bikin sakit hati. Menurut laporan Corriere della Serra, salah satu bek terbaik di era modern itu merasa kehilangan kepercayaan terhadap proyek, yang sejak awal diyakininya akan dijalankan dengan penuh otonomi.
Baca Juga: Lothar Matthaus Peringatkan Jurgen Klopp, Jangan Andalkan Prestasi di Level Klub
Baca Juga: Zinedine Zidane Gantikan Deschamps di Timnas Prancis, Dikontrak Hingga 2030
Bagaimana tidak? Ketika meeting terakhir dengan Presiden FIGC Giovanni Malago, Maldini merasa keputusannya menunjuk Pirlo tidak didukung siapa pun. Si presiden bilang, "Keputusan final soal pemilihan pelatih ada di tanganku."
Pernyataan tersebut menjadi titik balik yang membuat Maldini mempertanyakan sejauh mana kewenangan yang sebenarnya dimiliki sebagai direktur teknik.