Diskumdag Tanah Laut Pastikan Pasokan Aman di Tengah Potensi Penyesuaian Harga Beras Oleh Pedagang
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Harga eceran beras lokal di Pasar Pelaihari diprediksi bakal melonjak dalam dua minggu ke depan, akibat musim kemarau yang mengganggu hasil panen petani di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (21/07/2026).
Berdasarkan laporan pemantauan Diskumdag Tanah Laut, perbandingan tanggal 13 dan 20 Juli 2026, harga eceran beras lokal di pasar sebenarnya masih tercatat stabil.
Beras Unus Mayang bertahan di Rp20.000/kg, Siam Unus Rp19.500/kg, Siam Tanggung dan Siam Biasa Rp18.000/kg, serta Chirang Ganal Rp15.000/kg.
Untuk beras kemasan, varian medium bertahan di Rp13.000/kg, sedangkan varian premium justru mengalami penurunan harga dari Rp18.750 menjadi Rp18.500/kg.
Kondisi berbeda dirasakan di tingkat pedagang pasar. Salah satu pedagang beras di Pasar Pelaihari, Yunida mengonfirmasi bahwa harga transaksi eceran saat ini bertahan karena stok lama, tetapi harga grosir atau partai besar sebenarnya sudah merangkak naik.
"Untuk eceran masih sekian kak, tapi untuk partai sudah ada kenaikan. Dan kemungkinan dalam 2 minggu akan naik eceran nya. Karena kada bisa tertahan lagi," ungkap Yunida.
Yunida menjelaskan, ancaman kenaikan harga eceran beras lokal dipicu oleh cuaca ekstrem kemarau, yang mulai berdampak negatif terhadap hasil pertanian warga lokal.
Baca Juga: Harga Pangan Tanah Laut Stabil, Panen Raya Jamin Stok Aman Hingga Agustus 2026
"Kenaikan harga beras lokal kali ini dikarenakan musim kemarau yang membuat hasil panen kita berkurang. Ada yang padinya rusak, jadi otomatis harga gabahnya juga naik drastis nih. Dan mengikuti ke beras," kata Yunida.
Menanggapi kekhawatiran pedagang terkait pergerakan harga beras, Kabid Perdagangan Diskumdag Tanah Laut, Edi Hariyadi menegaskan, dari sisi pemerintah daerah pasokan beras untuk wilayah Tanah Laut pada periode Juli hingga Agustus sejatinya masih berada dalam kondisi aman.