Dinas PUPR Kalsel Gelar Sosialisasi Peningkatan Akses Aman Air Limbah
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sosialisasi Peningkatan Akses Aman Air Limbah Domestik Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (22/7/2026).
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemangku kepentingan yang hadir sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan sanitasi yang aman sekaligus mendukung target akses sanitasi layak bagi seluruh masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan undangan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga sosialisasi ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat dalam meningkatkan pengelolaan air limbah domestik di daerah,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Ryan menjelaskan, air limbah domestik masih menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Baca Juga Mobil Masuk Jurang Jalan Samboja-Sepaku Kaltim, Tujuh Orang Terluka
Kondisi tersebut berpotensi mencemari badan air dan air tanah, meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat.
“Air limbah domestik merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Pengelolaan yang belum memadai dapat berdampak pada pencemaran badan air, menurunnya kualitas air tanah, meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan, hingga menurunkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan target Universal Access Sanitasi serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, Kalimantan Selatan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan air limbah domestik, mulai dari keterbatasan infrastruktur, pengelolaan lumpur tinja, hingga peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sanitasi yang aman.