Kondisi lingkungan sekolah yang kerap terdampak banjir serta semakin berkurangnya jumlah anak usia sekolah di sekitar kawasan itu juga menjadi faktor yang memengaruhi jumlah peserta didik di SDN 3 Mandingin.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pihak sekolah untuk menarik minat masyarakat. Sebelum penerimaan peserta didik baru dimulai, guru-guru mendatangi rumah-rumah warga di sekitar sekolah untuk mengajak orang tua mendaftarkan anaknya ke SDN 3 Mandingin.

“Kegiatan door to door sudah kami lakukan sebelum penerimaan murid baru. Guru-guru mendatangi rumah warga untuk mengajak orang tua mendaftarkan anaknya ke SDN 3 Mandingin,” ujarnya.

Arif mengatakan kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap SDN 3 Mandingin tetap dapat mempertahankan proses pembelajaran, terutama karena sekolah tersebut juga melayani anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, jumlah siswa yang relatif sedikit selama ini justru membuat guru dapat memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada peserta didik inklusi.

“Kalau sekolah ini diregrouping, kami khawatir anak-anak berkebutuhan khusus akan kesulitan mendapatkan perhatian seperti yang mereka terima sekarang karena jumlah murid di sekolah lain lebih banyak,” katanya.

Meski belum memperoleh murid baru tahun ini, proses belajar mengajar di SDN 3 Mandingin tetap berlangsung seperti biasa.

Arif berharap sekolah yang telah berdiri lebih dari empat dekade itu tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran sehingga layanan pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dapat terus berjalan.

“Harapan kami SDN 3 Mandingin tetap bisa melaksanakan proses pembelajaran dan menjadi bagian dari layanan pendidikan bagi masyarakat, khususnya untuk anak-anak yang membutuhkan pendampingan lebih intensif,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu