Hadapi Kekeringan, BPBD Banjar Salurkan 410 Ribu Liter Air Bersih ke 6 Kecamatan
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - BPBD Kabupaten Banjar telah menyalurkan sekitar 410 ribu liter air bersih kepada masyarakat di enam kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.
Distribusi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan.
”Kami secara berkala akan tetap melaksanakan distribusi air bersih sepanjang masyarakat masih membutuhkan,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD Kabupaten Banjar juga meminjamkan puluhan tandon kepada pemerintah desa untuk mendukung kebutuhan warga.
Baca Juga Tiga Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan Diserahkan ke Polda Kalteng
Baca Juga Reka Adegan Pembunuhan IRT di Pengaron Banjar, Suami Korban Sebut Ada yang Tak Sesuai
†Sampai hari ini ada 80 tandon yang sudah kami pinjam pakaikan kepada pemerintah desa di enam kecamatan,” ucapnya.
Bantuan air bersih tersebut hingga kini telah menjangkau enam kecamatan di Kabupaten Banjar.
”Ada enam kecamatan yang kita bantu untuk distribusi air bersih,” jelasnya.
Menurut Wasis, distribusi air bersih dilakukan setelah sejumlah sumber air tidak lagi layak dikonsumsi masyarakat.
”Kita tahu bersama kemarin ada sungai yang tercemar sehingga tidak layak konsumsi, maka kita melakukan distribusi air bersih,” ungkapnya.
Agar penyaluran air bersih dapat terus berjalan, BPBD menggandeng sejumlah instansi dan penyedia sumber air bersih.
”Untuk airnya kami bekerja sama dengan Banjarbakula, PDAM Intan, kemudian juga sumur-sumur masyarakat yang layak konsumsi sehingga bisa kami distribusikan,” tuturnya.
Proses distribusi juga melibatkan berbagai unsur pemerintah, relawan hingga aparat keamanan.
”Kami juga dibantu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Buser 690, Damkar, PMI, relawan, termasuk TNI dan Polri untuk melaksanakan distribusi air bersih,” bebernya.
Saat ditanya wilayah yang paling terdampak kekeringan, Wasis menyebut BPBD telah memetakan sejumlah kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih.
”Data sementara yang bisa kami sampaikan, paling terdampak ada di Astambul,” bebernya.