Lamar Kerja di Perusahaan Chip Korea Selatan Ini Tak Perlu Ijazah S1

SK Hynix menyatakan, kebijakan tersebut juga akan diterapkan pada seluruh proses perekrutan di masa mendatang.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor AI.

SK Hynix sendiri merupakan salah satu produsen utama chip High Bandwidth Memory (HBM), komponen memori berkecepatan tinggi yang digunakan untuk mendukung akselerator AI buatan Nvidia.

Selain itu, perusahaan juga berencana merekrut ratusan karyawan baru untuk mengisi berbagai posisi strategis, termasuk pengembangan dan desain chip generasi berikutnya.

Kebijakan ini juga sejalan dengan visi Chairman SK Group, Chey Tae won, mengenai karakter talenta masa depan.

Keputusan SK Hynix dinilai cukup unik, mengingat Korea Selatan dikenal sebagai negara yang sangat menekankan pentingnya pendidikan formal.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi/OECD), ada sekitar 71 persen penduduk Korea Selatan berusia 25-34 tahun telah menempuh pendidikan tinggi.

Namun, OECD juga mencatat tingginya angka pengangguran usia muda di negara tersebut.

Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Di sisi lain, bisnis SK Hynix tengah tumbuh pesat karena melonjaknya permintaan chip AI. Perusahaan merekrut lebih dari 2.000 karyawan sepanjang 2025 lalu. (Wartabanjar.com)