​WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Status kepemilikan mobil Toyota Avanza hitam berpelat merah yang mengalami kecelakaan maut di Jalan A Yani, Desa Gunungraja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut pada Jumat (10/7/2026) dini hari, akhirnya terungkap.

Temuan pelat nomor berwarna merah di dalam minibus yang ringsek parah setelah menghantam pohon kasturi sekitar pukul 04.30 Wita tersebut sempat memicu spekulasi luas di kalangan warganet yang menduga kendaraan itu milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut.

​Menanggapi kabar yang berkembang di media sosial, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanah Laut, M. Darmin, memberikan klarifikasi resmi.

M. Darmin memastikan bahwa armada yang terlibat dalam kecelakaan tunggal dan menewaskan satu orang penumpang tersebut bukanlah bagian dari aset operasional milik Pemkab Tanahlaut.

Kendaraan operasional tersebut diketahui milik Unit Pelayanan Pendapatan (UPP) Cabang Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi di Pelaihari atau Samsat Pelaihari.

Kepala BPKAD Tanahlaut, M. Darmin, menjelaskan secara tegas status hukum dan kepemilikan kendaraan operasional minibus hitam tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat.

BACA JUGA: Ada Pelat Merah di Laka Maut Avanza Hitam di Gunungraja Tanah Laut

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Curas di Tajau Pecah Tanah Laut, Korban Alami Luka Tusuk Perut

​"Mobil UPP CABANG DISPENDA PROV DI PELAIHARI (SAMSAT)," ujar M. Darmin melalui pesan tertulis WhatsApp.

​Lebih lanjut, ketika dikonfirmasi mengenai wewenang serta pemanfaatan armada yang ringsek di kawasan RT 3 Dusun II tersebut, ia menambahkan bahwa status asetnya sudah sepenuhnya berpindah tangan ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

​"Itu sudah lama dihibahkan ke Pemrov Kalsel, jadi itu asetnya Pemprov," tegas M. Darmin menutup penjelasannya.

​Hingga saat ini, insiden laka lantas yang mengakibatkan bagian kiri depan mobil rusak berat itu masih dalam penanganan mendalam oleh Satlantas Polres Tanah Laut.

Pihak kepolisian masih mengumpulkan data lapangan guna merilis kronologi resmi beserta identitas lengkap seluruh korban yang terlibat. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu