Kecanggihan AI China Makin Dekati Milik Amerika Serikat

Baca Juga: Tampilan Online WhatsApp Diperkirakan Bakal Meniru Facebook Messenger

Meski demikian, laporan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kemampuan GLM-5.2 di bidang keamanan siber, bukan berarti China telah melampaui Amerika Serikat dalam pengembangan AI secara keseluruhan.

Dalam berbagai tugas umum, GLM-5.2 masih dinilai tertinggal dibandingkan model AI milik Anthropic maupun OpenAI.

Meski begitu, kesenjangan performa AI China dengan model AI terdepan asal AS di bidang keamanan siber, disebut telah menyempit secara signifikan.

Berdasarkan data benchmark yang dikutip dalam laporan tersebut, GLM-5.2 bahkan mampu mengungguli Claude Opus 4.8 pada sejumlah pengujian keamanan.

Para peneliti juga menyebut kemampuan GLM-5.2 dapat meningkat hingga setara Claude Mythos dalam menemukan bug, apabila dipadukan dengan teknik prompting yang tepat.

Kemunculan GLM-5.2 juga menjadi sinyal semakin ketatnya persaingan AI antara China dan Amerika Serikat.

Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan AI asal AS seperti Anthropic dan OpenAI mulai membatasi akses terhadap model AI tercanggih mereka dengan alasan keamanan nasional.

Sebaliknya, sejumlah laboratorium AI di China justru semakin aktif merilis model AI open-weight yang dapat diunduh dan dijalankan oleh publik, dirangkum KompasTekno dari Digital Trends.

Perkembangan tersebut sejalan dengan perdebatan yang sempat muncul, mengenai seberapa cepat China mampu mengejar kemampuan AI Amerika Serikat.