WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Happy Salma turut menghadiri sidang putusan Nadiem Makarim terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Kedatangan Happy Salma bertujuan untuk memberikan dukungan dan doa kepada Nadiem sebagai sahabat.

Nadiem Makarim dan istrinya, Franka, selama ini sudah dianggapnya sebagai keluarganya.

Ia dan Franka selama lebih dari 10 tahun belakangan ini bekerja sama dalam pekerjaan mereka.

"Hanya ingin mendoakan, memberikan dukungan dan perasaan bahwa kita mendukung,” kata Happy Salma.

Ia mengatakan tidak terlalu paham hukum, tapi ia percaya dengan kasih yang besar ini keadilan akan selalu ada untuk sahabatnya itu.

"Keadilan semacam apa, itu yang harus kita perjuangkan,” tambah Happy.

Dapat Pelajaran dari Kasus Nadiem Makarim

Happy Salma mengaku mendapat banyak pelajaran selama mengikuti proses persidangan tersebut.

“Banyak pelajaran yang saya pelajari juga dari apa yang terjadi dan apa yang mereka alami. Bagaimana tentang sudut pandang, perspektif kita dalam melihat sebuah masalah,” ucap Happy.

Ia mengaku lelah mengikuti jalannya sidang ini di pengadilan.

Ia dapat membayangkan bagaimana Nadiem Makarim yang terlibat langsung, tentunya juga lelah.

“Beberapa kali saya ikut melihat di pengadilan, wah lelah sekali ya. Saya tidak membayangkan. Kita mungkin media juga mengikuti saja lelah, apalagi yang menjalani. Dan ini kan tidak terjadi pada satu orang Nadiem saja, banyak sekali orang yang menghadapi masalah-masalah di negara ini,” tambah Happy lagi.

Saat ditanya mengenai harapannya terhadap putusan sidang, Happy berharap hasil terbaik.

“Tentu saja kita ingin melihat bahwa apa yang diperjuangkan itu berbuah menjadi sebuah kemenangan. Bisa dibebaskan dengan murni, tetapi kan itu impian, itu harapan. Ya nanti akan kita lihat bersama-sama,” ungkap Happy Salma.

BACA JUGA: Hadir Langsung di Ruang Sidang, Riri Riza Harapkan yang Terbaik di Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim

BACA JUGA: Nadiem Makarim Nilai Vonis 10 Tahun Tak Masuk Akal, Satu Hakim Berpendapat Tidak Terbukti Korupsi