WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Laut menggelar pelatihan Bantuan Psikologis Awal (BPA) dan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi puluhan guru Bimbingan dan Konseling (BK) tingkat SMP se-Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan ini untuk menekan kasus anak putus sekolah akibat krisis keluarga dan dampak negatif gawai, digelar di Aula Kartini DP3AP2KB, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (17/6/2026) dan Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 62 guru BK SMP, dengan rincian 15 peserta hadir secara luring dari Kecamatan Pelaihari dan 47 peserta mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting dari berbagai kecamatan lain.

Agenda strategis tersebut menghadirkan psikolog Shanty Komalasari pada hari pertama dan Andrian Anwari pada hari kedua sebagai narasumber.

"Kemarin baru dapat rincian, ada beberapa anak yang terancam tidak lulus SMP hanya karena dia mengalami broken home, kemudian dia juga tidak berkeinginan lagi sekolah. Apalagi anak-anak yang perempuan, saat ini sudah terdampak dari akibat-akibat apa namanya? Gadget yang sudah, sudah tidak terkontrol lagi," ujar Myrza.

​Ia menambahkan bahwa kolaborasi dalam memberikan bimbingan kepada anak-anak, khususnya melalui penguatan kapasitas guru BK, sangat krusial untuk meningkatkan pengajaran kembali dan membantu pemulihan siswa yang membutuhkan perhatian khusus.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas DP3AP2KB Tanah Laut, Maria Ulfah, yang membuka acara secara resmi menjelaskan bahwa program ini merupakan prioritas utama instansinya dalam menguatkan perlindungan anak serta meningkatkan kualitas keluarga secara linier.

BACA JUGA: Gandeng Kemenkumham, DP3AP2KB Tanah Laut Mantapkan Payung Hukum Perlindungan Anak

BACA JUGA: DP3AP2KB Tanah Laut dan TP Posyandu Gelar Sterilisasi Massal Kendalikan Angka Kelahiran

​"Sebenarnya guru BK ini fungsinya tidak hanya melakukan atau memberikan pendampingan pada saat anak menghadapi permasalahannya, tetapi ketika anak ini mendiskusikan mimpinya harus dicapai bagaimana, gitu, itu pun peran dari sekolah melalui guru BK itu juga sangat dibutuhkan," jelas Maria.