​WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Tanah Laut menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) permanen.

Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari pada Senin, 27 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP Posyandu Kabupaten Tanah Laut Hj. Dian Rahmat Trianto bersama Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II TP Posyandu.

Turut hadir Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut Hj. Wiwi Zazuli, Kepala Dinas DP3AP2KB Maria Ulfah, Direktur RSUD Hadji Boejasin drg. Budi Rukhiyat beserta jajaran, perwakilan Kaper BKKBN, serta para Kepala SKPD yang tergabung dalam jajaran TP Posyandu Kabupaten Tanah Laut.

Selain itu, hadir pula Kabid KBKS, jajaran Dokter, Bidan, tenaga medis lainnya, para Petugas Lapangan KB (PKB), serta para akseptor dan keluarga pendamping.

​Ketua TP Posyandu Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya pelayanan KB serentak yang juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026.

​"Hari ini dilaksanakan pelayanan KB serentak dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026.

Adapun pelayanan KB yang dilaksanakan pada hari ini adalah pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang yaitu MOW atau Metode Operasi Wanita dan MOP atau Metode Operasi Pria," ujar Hj. Dian Rahmat Trianto.

​Ia menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Bumi Tuntung Pandang.

"Diharapkan dengan adanya pelayanan ini dapat membantu masyarakat dalam hal pengaturan kelahiran serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Tanah Laut. Demikian, terima kasih," tuturnya mengakhiri sambutan.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, dalam laporannya menjelaskan bahwa meskipun kondisi demografi Tanah Laut saat ini cukup stabil, namun cakupan kepesertaan kontrasepsi permanen masih perlu digenjot.