Cegah Stunting dari Meja Makan, Kader PKK HST Dibekali Pengetahuan Pangan Bergizi
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi, dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan generasi sehat, sekaligus menekan angka stunting.
Pemahaman itu disampaikan dalam Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar di Gedung PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Barabai, Rabu (17/06/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 150 kader Tim Penggerak PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga kelurahan se-HST.
Para peserta diberi pelatihan untuk menjadi penggerak perubahan pola konsumsi pangan sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan HST, Muhammad Afni Hidayat, mengatakan edukasi mengenai pola konsumsi pangan masih menjadi bagian penting dalam pembangunan ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, selain memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan pemanfaatan pangan, agar kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Baca Juga: Polsek Tanjung Tertibkan Balap Liar di Wikau Tabalong, Empat Sepeda Motor Diamankan
Baca Juga: Gol Tunggal Wandi Antar Arvhuz Family ke 32 Besar Bupati HST Cup 2026
“Indeks pemanfaatan saat ini memiliki angka yang paling rendah, dibandingkan dua pilar lainnya. Maka perlu terus dilakukan upaya peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan perubahan perilaku konsumsi pangan,” ujarnya.
Afni menjelaskan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini memiliki capaian yang cukup baik dalam sektor ketahanan pangan.
Berdasarkan data yang disampaikannya, Indeks Ketahanan Pangan HST berada di peringkat enam nasional dengan nilai 85,60.
Nilai tersebut ditopang oleh indeks ketersediaan pangan sebesar 96,8 dan keterjangkauan pangan 84,74.
Sementara indeks pemanfaatan pangan berada pada angka 76,17, sehingga masih perlu diperkuat melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menegaskan bahwa keberhasilan membangun generasi sehat tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga dimulai dari kebiasaan yang diterapkan dalam keluarga.
Menurutnya, tubuh manusia membutuhkan berbagai jenis zat gizi yang tidak dapat dipenuhi hanya dari satu jenis makanan.