WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sebanyak lima pemuda terbaik Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berhasil lolos dalam Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) tingkat kabupaten, yang digelar Dewan Pengurus Cabang Purna Prakarya Muda Indonesia (DPC PPMI) HST di Barabai, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang menggandeng Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporabudparekraf) HST serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) HST tersebut, diikuti 10 peserta dari berbagai latar belakang.

Dari hasil seleksi, lima peserta dinyatakan lolos dan akan mewakili Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Mereka adalah Luthpah Ajizah, Syahrul Ramadhan, Hauna Shafiya, M Aditya Rahman, Hayatun Nufus

Ketua DPC PPMI HST, Niezar Perdana, mengatakan program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Harga Pertamax di Pengecer HST Capai Rp 19 Ribu, Sopir dan Tukang Ojek Keluhkan Beban Operasional

Baca Juga: Viral Aksi Remaja Bawa Sajam di HKSN Banjarmasin

Menurutnya, pemuda yang terpilih nantinya akan membawa nama Kabupaten Hulu Sungai Tengah di tingkat provinsi sehingga diperlukan kemampuan, wawasan, dan karakter yang baik.

“Melalui kegiatan ini kami ingin melahirkan pemuda-pemuda yang mampu menjadi representasi daerah, memperkenalkan budaya HST, sekaligus memperluas jaringan dan pengalaman mereka,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat, sehingga pelaksanaan seleksi dapat berjalan dengan baik.

Kepala Disporabudparekraf HST, Muhammad Ramadlan, mengatakan seleksi tahun ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih objektif melalui penilaian dari sejumlah juri, yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.

Peserta dinilai dari berbagai aspek, mulai kemampuan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi, hingga pemahaman terhadap seni dan budaya daerah.

“Yang terbaiklah yang akan terpilih. Mereka nantinya akan kembali bersaing dengan peserta dari kabupaten dan kota lain di tingkat provinsi,” katanya.