Kades Tabanio Siap Kawal Penuh Tuntutan Nelayan Terkait Polemik Penyaluran Solar Subsidi
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Kepala Desa Tabanio Madiansyah menegaskan, siap mengawal penuh seluruh tuntutan para nelayan pascapelurusan dinamika informasi penyaluran solar subsidi, dalam mediasi di Balai Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (10/6/2026).
Langkah klarifikasi dan mediasi ini diambil guna meluruskan kesalahpahaman, yang telanjur berkembang akibat beredarnya pemberitaan di media.
Narasi di media tersebut sempat memicu salah persepsi dan memantik respons dari kalangan nelayan serta Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang.
Guna menyamakan persepsi, Pemdes Tabanio berinisiatif menggelar ruang dialog terbuka bersama unsur Babinsa Takisung, TNI AL, dan tokoh masyarakat, yang dilaksanakan langsung di Kantor Desa Tabanio.
Dalam pemberitaan di media sebelumnya, disebutkan bahwa Pemdes dan nelayan mengklaim penyaluran solar subsidi berjalan normal tanpa kendala.
Baca Juga: Harga Pertamax di Pengecer HST Capai Rp 19 Ribu, Sopir dan Tukang Ojek Keluhkan Beban Operasional
Baca Juga: Viral Aksi Remaja Bawa Sajam di HKSN Banjarmasin
Pada berita tersebut, Kades Madiansyah sempat menyampaikan bahwa distribusi solar kepada nelayan berlangsung seperti biasa, dan tidak ditemukan masalah yang menghambat aktivitas melaut masyarakat, di SPBUN PT Sarana Dua Bersama Mandiri.
Namun, pernyataan itu memicu protes karena dinilai nelayan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Dalam pertemuan yang berjalan kondusif tersebut, Madiansyah menyampaikan bahwa dinamika ini muncul murni karena belum adanya laporan resmi yang masuk ke meja kerja desa, terkait kendala teknis di lapangan.
"Terimakasih atas kerjasamanya hari ini, saya selaku Pemerintah Desa Tabanio mengucapkan permohonan maaf atas beredarnya berita berita yang dulu itu, itu salah persepsi saya menyatakan baik-baik saja, ternyata tanggapan masyarakat lain," ujar Madiansyah dalam wawancaranya.
Madiansyah juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dari pemberitaan luar yang telanjur viral, sekaligus mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan masyarakat yang bersedia duduk bersama mencari solusi terbaik.