Dinas PUPR Kalsel Fokus Penataan Lanskap Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Pembangunan fisik Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan perkantoran Pemprov Banjarbaru, Kalimantan Selatan secara umum telah selesai.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan berfokus pada penataan kawasan lanskap dan beberapa ruang pendukung yang masih menunggu arahan pemanfaatan dari pengelola.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, pembangunan masjid telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023.
“Pekerjaan pembangunan bangunan utama masjid telah dilaksanakan pada tahun 2023 hingga 2024. Selanjutnya pembangunan sayap kanan, sayap kiri, dan plaza dilaksanakan pada tahun 2025. Untuk pekerjaan lanskap tahap pertama sudah dilakukan pada 2024 dan dilanjutkan kembali pada tahun 2026,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Ryan menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan bangunan utama masjid telah selesai dikerjakan.
Baca Juga Kapan Tahun Baru Islam 1448 H? Simak Jadwal Puasa Muharram, Asyura dan Tasua
Baca Juga Respons Laporan 110, Polresta Banjarmasin Amankan Dua Remaja Pembawa Celurit
Namun, masih terdapat beberapa area pada bagian bawah bangunan yang belum difungsikan karena menunggu keputusan dan kebutuhan dari pihak pengguna atau pengelola masjid.
“Untuk bangunan gedung masjid secara khusus sudah selesai. Ada beberapa ruang yang saat ini belum dimanfaatkan karena masih menunggu arahan terkait penggunaannya ke depan,” jelasnya.
Terkait rencana pelaksanaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, Ryan mengungkapkan bahwa berdasarkan arahan sementara dari pimpinan, kegiatan inti peringatan Hari Jadi Kalsel direncanakan dipusatkan di kawasan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Menurutnya, pelaksanaan peringatan tahun ini akan dikemas secara lebih sederhana dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian saat ini.
“Kita ingin lebih mengkhususkan peringatan Hari Jadi Kalsel sebagai momentum refleksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi tidak harus dilaksanakan secara meriah, meskipun agenda pendukung seperti Kalsel Expo dan kegiatan lainnya tetap memungkinkan untuk dilaksanakan,” katanya.
Sementara itu, pekerjaan lanskap yang saat ini masih berjalan ditargetkan sudah dapat dimanfaatkan saat rangkaian Hari Jadi Kalimantan Selatan berlangsung.