WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Seorang warga di kawasan Jalan Jahri Saleh, Komplek Cacat Veteran, RT. 9, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Muhammad Saleh Fauzi (59), diduga menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 02.30 Wita.

Korban mengaku diserang setelah menegur sekelompok orang yang membuat keributan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Banyak sekitar 25 orang. Saya tegur karena ribut, malah saya yang dipukul,” ujar Fauzi saat ditemui di kediamannya.

Menurut Fauzi, kelompok tersebut terdiri dari remaja hingga orang dewasa dengan kisaran usia 20 hingga 25 tahun.

"Mereka datang beramai-ramai menggunakan sepeda motor dan disebut kerap berkumpul hingga larut malam di kawasan tersebut," ucapnya.

Ia menuturkan, keberadaan kelompok tersebut selama ini cukup meresahkan warga karena sering membuat kegaduhan hingga dini hari.

Akibat insiden itu, Fauzi mengalami luka di bagian dahi, kaki, telapak tangan hingga punggung.

Selain mengalami luka fisik, rumahnya juga mengalami kerusakan akibat aksi para pelaku.

“Jendela rusak, barang-barang juga dihancurkan,” ucapnya.

BACA JUGA: Salah Sasaran Berujung Pengeroyokan, Tiga Remaja di Banjarmasin Dibekuk Polisi

BACA JUGA: Polisi Ringkus Tiga Remaja Pelaku Pengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin

Fauzi mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan petugas sempat datang ke lokasi setelah kejadian berlangsung.

Sementara itu, saksi mata, Acila mengungkapkan, sebelum pengeroyokan terjadi sempat ada keributan antar kelompok di sekitar lokasi.

Fauzi yang merupakan warga setempat kemudian mencoba menenangkan suasana dengan meminta mereka membubarkan diri.

“Mereka ribut sesama kawanan, lalu Kai menegur supaya bubar. Setelah itu mereka datang lagi lebih banyak,” ujar Acila.

Menurutnya, saat itu Fauzi langsung menjadi sasaran kekerasan.

Korban disebut dipukul, diinjak hingga diserang menggunakan balok kayu ulin.

Kai ditampari, diinjak, dipukul pakai balok ulin. Kai sempat lari tapi tetap dipukuli,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, Acila berusaha meminta bantuan dengan mendatangi ketua RT dan menghubungi polisi melalui layanan darurat 110.