WARTABANJAR.COM - Selain AC Milan, ada klub elite Liga Italia yang gagal lolos ke Liga Champions, yakni Juventus.

Juventus, tim legendaris ini finish di bawah AC Milan dalam klasemen Liga Italia.

AC Milan di posisi 5 dengan 70 poin sementara Juventus di peringkat 6 karena poinnya hanya 69.

Sementara tim yang berhasil menempati zona Liga Champions (urutan 1-4 klasemen) adalah Inter Milan (87 poin), Napoli (76), AS Roma (73) dan Como (71).

Meski masih bisa berkompetisi di tingkat Eropa melalui Liga Europa, namun hal itu tidak sepantasnya diperoleh AC Milan dan Juventus.

Apalagi satu di antara tim yang lolos ke Liga Champions adalah klub yang selama ini kurang "populer": Como.

Dampak kegagalan lolos ke Liga Champions sudah terjadi di AC Milan.

Sang pelatih, Massimiliano Allegri dipecat.

PHK massal juga diberlakukan untuk para pimpinan yakni: Direktur Teknik Igli Tare, Direktur Olahraga Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani.

Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Kini Jadi Penentu Nasib AC Milan di Liga Italia

Baca Juga: Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Raih Penyelamatan Terbanyak di Liga Italia

Sanksi atas kegagalan juga dilakukan manajemen Juventus.

Namun, caranya tidak melalui PHK massal ala AC Milan.

Di tubuh Juventus, sanksi lebih ditujukan kepada para pemain.

Seperti dilansir Calciomercato, Rabu (27/6/2026), Pelatih Luciano Spalletti dan CEO Damien Comolli, tidak terkena sanksi.

Manajemen klub menilai kegagalan Juventus lebih dikarenakan performa buruk pemain.

Karena itu mereka merombak tim dengan "mengobral" pemainnya.

Hanya ada 7 pemain yang selamat yakni Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Khephren Thuram, Manuel Locatelli, Weston McKennie, Francisco Conceicao, dan Kenan Yildiz.

Sementara pemain yang masuk daftar jual adalah: Mattia Perin, Michele Di Gregorio, Carlo Pinsoglio, Emil Holm, Federico Gatti, Lloyd Kelly, Juan Cabal, Teun Koopmeiners, Vasilije Adzic, Filip Kostic, Fabio Miretti, Andrea Cambiaso, Edon Zhegrova, Jeremie Boga, Arkadiusz Milik, dan Jonathan David.