WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar sosialisasi pengendalian gratifikasi untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Aula Baperida Kabupaten HST, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati HST, Samsul Rizal, dan dihadiri jajaran Inspektorat HST, Dinas Pendidikan, kepala sekolah SMP, guru, komite sekolah, hingga pengurus OSIS.

Dalam sambutannya, Bupati Samsul Rizal menegaskan pentingnya membangun budaya kejujuran dan integritas sejak usia sekolah, agar lingkungan pendidikan tetap bersih dari praktik gratifikasi.

Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga memiliki peran penting membentuk karakter dan moral generasi muda.

“Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat membentuk karakter, moral, dan kepribadian para peserta didik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama di dunia pendidikan, ialah praktik gratifikasi yang terkadang terjadi tanpa disadari.

Gratifikasi tersebut dapat berupa pemberian uang, hadiah, barang maupun fasilitas tertentu, yang berkaitan dengan jabatan atau pelayanan.

Menurut Samsul Rizal, praktik seperti pemberian hadiah kepada guru atau pihak sekolah dengan tujuan memperoleh perlakuan khusus tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.

“Meskipun terkadang dianggap sebagai bentuk terima kasih atau sopan santun, namun apabila pemberian tersebut dapat memengaruhi objektivitas dan keadilan, maka hal tersebut tentu tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Ia menegaskan seluruh peserta didik memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan, bimbingan, serta penilaian yang adil di lingkungan sekolah tanpa adanya perlakuan berbeda.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa gratifikasi yang terus dibiarkan dapat membuka peluang munculnya perilaku koruptif di tengah masyarakat.

“Korupsi tidak hanya merusak kepercayaan dan keadilan, tetapi juga dapat menghambat kemajuan bangsa serta melemahkan nilai-nilai moral,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak sekolah untuk menanamkan nilai integritas, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab kepada siswa sejak dini.