Saat sesi Q1, Veda Ega memulai dengan baik, ia memimpin terlebih dahulu dengan mencatatkan waktu yang lebih cepat dari rival-rivalnya.
Tapi posisi Veda belum aman, beberapa saat setelahnya pembalap Indonesia itu tergeser ke posisi kedua, setelah catatannya dilampaui Alvaro Carpe.
Veda Ega Pratama menempati empat besar mayoritas kualifikasi pertama (Q1) untuk menjaga peluang terlibat persaingan pole di Circuit de Barcelona-Catalunya.
Dia coba mempertegas status melalui percobaan terakhir. Namun, meski mengalahkan waktu sebelumnya pada tiga sektor pertama, sosok berusia 17 tahun itu melakukan kesalahan yang membuatnya terlempar ke peringkat tujuh.
Artinya, Veda bakal memulai lomba dari urutan 21. Ini adalah posisi terburuknya pada Kejuaraan Dunia Balap Motor kelas ringan setelah melakoni debut tahun ini.
Nasib pada Q1 melanjutkan pergulatan Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026. Dia mengawali sesi dengan berada di urutan 23 pada latihan bebas 1 (FP1). Veda Ega Pratama kemudian naik ke peringkat 19 pada latihan, dan 13 di latihan bebas kedua (FP2).
Catatan ini kontras dengan performanya sejauh ini. Veda Ega Pratama mengoleksi 50 poin dari lima seri sehingga berstatus pendatang baru terbaik.







