Para guru dan orang tua pendamping pun terlihat sangat aktif mengabadikan momen tersebut demi kebutuhan konten media sosial, yang terkadang membuat fokus pengawasan terhadap anak sedikit teralihkan di tengah keriuhan simulasi basah-basahan tersebut.
Kasi Kesiapsiagaan Satpol PP Dan Damkar Tanah Laut, Supriyanto, memberikan pandangannya terkait pentingnya pengenalan mitigasi bencana sejak usia dini melalui kegiatan lapangan seperti ini.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini sebagai sarana edukasi proteksi kebakaran sejak usia dini, agar anak-anak tidak takut dan paham apa yang harus dilakukan saat melihat api,” ujar Supriyanto.
Kepala Sekolah TK Ar Raudah, Marlina, S.Pd, berharap melalui pengalaman langsung ini, anak-anak dapat menanamkan rasa hormat terhadap profesi pemadam yang merupakan pahlawan di tengah masyarakat.
Hingga acara usai, keceriaan tetap bertahan meski beberapa sudut markas dan sepatu petugas harus rela basah kuyup akibat “serangan” air dari para pahlawan cilik tersebut.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







