Disdag HST Uji Sampel Bio Solar di SPBU Mandingin dan Kasarangan

Petugas juga menemukan kendaraan yang belum memiliki barcode subsidi BBM sehingga tidak dapat melakukan pengisian Bio Solar.

Tim Pertamina Patra Niaga Banjarmasin kemudian membantu proses pengurusan barcode agar dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun stok BBM di SPBU Mandingin saat monitoring berlangsung terdiri dari Bio Solar 12.840 liter, Pertalite 8.000 liter, Pertamax 8.827 liter, dan Dexlite 5.461 liter.

Distribusi Bio Solar dari Pertamina ke SPBU Mandingin juga disebut masih berjalan normal, dengan realisasi pengiriman pada Maret 2026 mencapai 17 tangki, sedangkan April sebanyak delapan tangki.

Sedangkan stok BBM di SPBU Kasarangan terdiri dari Bio Solar 8.000 liter, Pertalite 19.834 liter, Pertamax 15.595 liter, dan Pertamina Dex 4.430 liter.Berdasarkan hasil monitoring, situasi di kedua SPBU terpantau aman dan tertib.

Antrean kendaraan masih dalam batas wajar dan tidak ditemukan indikasi panic buying masyarakat terhadap BBM subsidi.

Salah satu sopir truk yang juga menjabat sebagai Koordinator PSTKB, Yayan, mengaku senang dengan adanya monitoring tersebut karena distribusi dan harga Bio Solar di lapangan tetap normal.

“Kami merasa senang dengan adanya monitoring ini sehingga harga solar tetap normal. Semoga kegiatan serupa kembali dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau pengelola SPBU meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi agar tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu