332 Jemaah Haji HST Dijadwalkan Berangkat 13 Mei 2026, Tertua 85 Tahun

“Untuk perlengkapan seperti kain ihram dan lainnya sudah siap. Pemeriksaan kesehatan juga sudah dilakukan, termasuk vaksin meningitis, polio, dan influenza. Tinggal menunggu vaksin Covid-19,” jelasnya.

Dari sisi kesehatan, Khairussalim menyebutkan bahwa seluruh jemaah telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan untuk berhaji.

Namun demikian, terdapat sekitar 60 jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan.

“Jemaah dengan kondisi risiko tinggi ini sudah dipetakan oleh tim kesehatan dan akan mendapat perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kategori istitha’ah kesehatan terdiri dari tiga jenis, yakni jemaah yang sepenuhnya sehat, jemaah dengan bantuan alat seperti tongkat atau kursi roda, serta jemaah yang membutuhkan pendamping.

Selain jemaah, petugas haji yang akan mendampingi juga telah disiapkan, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat. Ditambah dua Petugas Haji Daerah (PHD) serta satu petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Menjelang keberangkatan, H Khairussalim juga berpesan kepada seluruh jemaah agar mempersiapkan diri secara matang, baik secara spiritual maupun fisik.

Ia mengingatkan agar jemaah meluruskan niat ibadah, menyelesaikan tanggungan seperti utang piutang, serta menjaga silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat.

“Jaga kesehatan dan pelajari manasik haji dengan baik. Gunakan kesempatan berhaji ini sebaik-baiknya dan jaga nama baik daerah,” pesannya. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu