Bambang juga menepis kekhawatiran petani terkait daya tampung pabrik terhadap hasil tandan buah segar (TBS) masyarakat di masa mendatang.
Menurutnya, kapasitas pabrik pengolahan saat ini masih cukup longgar. Dari kapasitas terpasang sebesar 45 ton per jam, realisasi produksi baru mencapai sekitar 36 ton per jam.
“Artinya masih ada ruang yang cukup besar. Jadi tidak perlu khawatir, TBS masyarakat tetap bisa kami tampung,” jelasnya.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tabalong, Astra Agro Lestari berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap perekonomian daerah, baik melalui penyerapan hasil panen petani maupun pembukaan lapangan kerja.
“Setidaknya kami bisa membantu penyerapan TBS petani dan juga dalam hal penyerapan tenaga kerja di Tabalong,” pungkas Bambang. (wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







