Namun CAF kemudian menetapkan Maroko sebagai juara dengan kemenangan default tiga nol pada partai final yang sama tersebut.
Perkembangan ini memicu perhatian karena berpotensi berdampak pada regulasi pertandingan serta evaluasi keputusan wasit dalam kompetisi CAF mendatang. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







