Dinas PUPR Kalsel Ungkap Pembangunan Stadion Internasional Masuk Tahapan Pembebasan Lahan

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Rapat perkembangan pembangunan stadion internasional digelar di Ruang Rapat PM Noor Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kamis (12/3/2026).

Rakor tersebut dipimpin Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Tasriq Usman, didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ariadi Noor. Turut hadir sejumlah Tenaga Ahli Gubernur lainnya serta perwakilan SKPD terkait, di antaranya Dinas PUPR Kalsel, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Pemerintah Kota Banjarbaru.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib menyampaikan bahwa saat ini pembangunan stadion masih berada pada tahap pembebasan lahan. Proses administrasi terkait lahan telah diselesaikan dan diserahkan kepada Kantor Wilayah Pertanahan untuk diproses lebih lanjut.

“Setelah sosialisasi kepada masyarakat, seluruh administrasi sudah kami lengkapi dan diserahkan ke Kanwil Pertanahan. Dua minggu lalu dinyatakan lengkap, sehingga saat ini tinggal menunggu proses pembebasan lahannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pembebasan lahan tersebut akan ditangani oleh Kanwil Pertanahan, yang nantinya bisa saja dikerjakan langsung oleh mereka atau didelegasikan kepada Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru.

Terkait rencana peletakan batu pertama (groundbreaking), Yasin berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lancar sesuai jadwal.

“Jika proses pembebasan lahan berjalan sesuai rencana, sekitar dua sampai tiga bulan ke depan bisa selesai. Setelah itu baru kita masuk ke proses pengadaan konstruksi yang memerlukan waktu sekitar dua bulan sebelum dilakukan groundbreaking,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, pembangunan stadion diharapkan dapat mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2026.

Untuk anggaran pembangunan, Yasin menyebut proyek stadion internasional ini diproyeksikan menelan dana sekitar Rp1 triliun dengan skema multiyears selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028.