Di sisi lain, Newcastle yang hanya menguasai sekitar 36 persen bola tetap mampu melancarkan 10 tembakan dan mencetak satu gol. Situasi itu menunjukkan bahwa Barcelona masih memiliki celah di sektor pertahanan yang bisa dimanfaatkan lawan.
Flick juga menyoroti rapuhnya lini belakang Barcelona yang sebelumnya terlihat saat timnya tersingkir dari Copa del Rey setelah kalah agregat 3-4 dari Atletico Madrid di semifinal. Kekalahan tersebut membuat Barcelona kini fokus penuh pada Liga Champions dan LaLiga.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa Barcelona harus bertahan sebagai sebuah tim jika ingin sukses di Liga Champions. Ia mengungkapkan bahwa tim pelatih telah menganalisis kekalahan sebelumnya dan memperbaiki aspek pertahanan dalam sesi latihan. Flick menilai peningkatan kualitas bertahan sangat penting, terutama menghadapi Newcastle yang dikenal agresif dalam menekan dan cepat saat melancarkan serangan balik. Oleh karena itu, Barcelona dituntut tampil lebih disiplin dan solid di lini belakang pada dua leg pertandingan nanti. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







