Cuaca hujan yang cukup lebat membuat area pemakaman dipenuhi barisan pelayat yang menggunakan payung maupun jas hujan. Sebuah tenda hitam besar juga didirikan di atas liang lahat untuk melindungi prosesi.
Kondisi tanah yang basah tak menyurutkan langkah para pelayat yang justru merapat ke area makam untuk memanjatkan doa dan memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diturunkan.
Sebelum dibawa ke TPU Tanah Kusir, jenazah Vidi Aldiano terlebih dahulu disalatkan di Masjid Ath-Thoyyibah, kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan jejak perjuangan yang luar biasa. Ia diketahui telah berjuang melawan kanker ginjal stadium tiga sejak pertama kali didiagnosis pada tahun 2019. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor Restu







