Kepala Dispora Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, menjelaskan bahwa Bimtek selama dua hari ini merupakan bagian dari filter seleksi.
Dari 43 calon SP3 dan 33 calon Korwil yang berpartisipasi, hanya mereka yang memenuhi kualifikasi yang akan dikirim ke lapangan.
Rudi menegaskan bahwa para sarjana ini memiliki misi sebagai akselerator, bukan kompetitor bagi perangkat desa yang sudah ada.
“Program SP3 bukan sekadar penugasan, tetapi bentuk pengabdian nyata. Kami berharap para peserta mampu membaca potensi desa dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang ada,” ujar Rudi.
Ia juga menambahkan fungsi teknis keberadaan mereka di desa, yaitu diharapkan dapat memudahkan aparat desa dalam mengembangkan potensi wilayahnya, sekaligus menggerakkan pemuda desa agar lebih aktif dan produktif.
Sebagai bentuk apresiasi untuk pengabdian tersebut, para peserta yang lolos akan menerima insentif bulanan.
Bahkan, Pemkab Tanah Laut tengah menggodok skema dukungan modal usaha agar para pemuda pelopor ini tidak hanya membangun desa orang lain, tetapi juga mandiri secara ekonomi di masa depan. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu







