WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/2026 antara Como 1907 melawan Inter Milan berakhir tanpa gol (0-0) di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu (4/3/2026) dini hari waktu Indonesia. Hasil ini membuat persaingan tiket final masih terbuka lebar menjelang leg kedua di San Siro akhir April nanti.
Pelatih Como, Cesc Fàbregas, memberikan komentarnya usai pertandingan. Meskipun hasil imbang dianggap adil secara angka, Fabregas mengakui timnya merasa “pantas menang” dan sempat memiliki peluang terbaik untuk mencetak gol.
“Hasilnya seperti itu, tetapi saya merasa kami pantas setidaknya mencetak satu gol. Kami bermain sesuai rencana melawan salah satu tim paling dominan di Serie A,” kata Fabregas kepada media Sport Mediaset.
Fabregas menyebut pertandingan seperti “pertandingan catur taktik”, di mana Como tampil kompak dan disiplin meladeni permainan Inter yang terkenal kuat. Namun, beberapa peluang penting, termasuk peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol, gagal dimanfaatkan dengan maksimal.
Ia pun mengaku sedikit merasa pahit (“amaro”) dengan skor imbang, karena timnya telah menunjukkan kualitas yang layak mendapatkan keunggulan di leg pertama. Fabregas menambahkan bahwa mentalitas tim akan terus dibangun untuk menghadapi leg kedua nanti.
“Revans Itu Pecundang” – Fabregas Tepis Isu Balas Dendam
Menanggapi opini bahwa hasil imbang ini seperti bentuk balas dendam setelah kekalahan 0-4 di Serie A bulan Desember lalu, Fabregas tegas menolak. Ia menegaskan bahwa mentalitas pembalasan kepada tim lain bukanlah cara untuk berkembang.







