Bripka Seladi, Polisi Pemulung dan Tukang Sol Sepatu yang Viral karena Hidup Sederhana dan Antigengsi

WARTABANJAR.COM – Di tengah sorotan publik terhadap gaya hidup aparat penegak hukum, nama Bripka Seladi pernah mencuri perhatian nasional. Bukan karena kasus besar atau jabatan strategis, melainkan karena kesederhanaan dan integritasnya yang jarang ditemui.

Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Seladi adalah anggota polisi lalu lintas yang bertugas di Polres Malang Kota, Jawa Timur. Ia sempat menjabat sebagai anggota Humas Polres Malang Kota ketika kisahnya viral sekitar tahun 2016–2017.

Namun yang membuatnya dikenal luas bukanlah posisinya di kepolisian, melainkan profesi sampingannya sebagai tukang servis sepatu dan kunci serta pemulung sampah.

Selama bertahun-tahun, ia mengumpulkan barang bekas seperti kardus dan botol plastik untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anaknya.

Kisah inspiratif anggota polisi di Polres Malang Kota, Bripka Seladi.(@clevault.id)

Tetap Menjadi Tukang Sol Sepatu Meski Polisi

Sejak sebelum menjadi anggota Polri, Seladi sudah bekerja sebagai tukang sol sepatu. Setelah resmi menjadi polisi, ia tidak meninggalkan profesi tersebut bahkan ia juga menggeluti profesi sebagai pemulung. Ia tetap membuka lapak sederhana untuk memperbaiki sepatu dan menggandakan kunci di luar jam dinas.

Baginya, pekerjaan itu adalah sumber rezeki yang halal dan tidak bertentangan dengan tugas sebagai aparat negara.

Kisahnya semakin menyentuh ketika terungkap bahwa Bripka Seladi hidup sangat sederhana. Ia tidak memiliki sepeda motor pribadi dan memilih menggunakan sepeda atau berjalan kaki ke kantor.

Di saat banyak orang berlomba mengejar gaya hidup mewah, Seladi justru menunjukkan bahwa pengabdian dan integritas tidak selalu identik dengan kemewahan.

Latar Belakang Pendidikan yang Sederhana

Bripka Seladi juga memiliki kisah perjuangan dalam pendidikan. Ia diketahui tidak menyelesaikan pendidikan formal SMP pada awalnya. Namun, semangatnya untuk memperbaiki diri membuatnya mengikuti pendidikan kesetaraan hingga akhirnya memenuhi syarat menjadi anggota Polri.