WARTABANJAR.COM, JAKARTA – La Liga resmi membuka penyelidikan terkait dugaan chant bernada ancaman terhadap Vinicius Junior oleh suporter Osasuna saat pertandingan pekan ke-25 La Liga 2025/2026 digelar di Stadion El Sadar. Dugaan chant tersebut muncul sepanjang laga yang berakhir kekalahan Real Madrid dari Osasuna dengan skor 1-2, dan kini rekaman chant itu sedang diteliti oleh otoritas sepak bola Spanyol.
La Liga menyatakan investigasi dilakukan menyusul laporan adanya teriakan yang ditafsirkan sebagai ancaman keselamatan pribadi terhadap Vinicius Junior selama pertandingan kandang Osasuna. Penyelidikan fokus pada dugaan chant “Vinicius, muerete” yang berarti “Vinicius, mati” dan kelompok tertentu di tribun tuan rumah yang mungkin terlibat dalam pengucapannya.
Dalam pertandingan itu, Vinicius Junior mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-73 melalui umpan dari Federico Valverde sebelum Madrid akhirnya kalah dari Osasuna lewat gol penalti Ante Budimir. Sepanjang laga, cemoohan dari suporter tuan rumah terdengar terhadap pemain Brasil tersebut.
Penyelidikan ini menjadi lanjutan dari berbagai laporan terkait perlakuan terhadap Vinicius Junior, termasuk dugaan pelecehan rasial di Liga Champions melawan Benfica yang juga sedang ditangani UEFA. La Liga menegaskan penyelidikan akan mengacu pada aturan disipliner untuk menentukan langkah lanjutan.
La Liga kini menunggu hasil penyelidikan untuk melihat apakah tindakan disipliner atau sanksi terhadap suporter Osasuna dan pihak lain akan diberlakukan, sementara Real Madrid bersiap menghadapi laga berikutnya di kompetisi domestik dan Eropa. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
