Manfaat Istigfar di Bulan Puasa: Bisa Kembalikan Kebaikan-kebaikan Hidup yang Ditunda Allah karena Dosa

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Hikmah di balik pemutihan dosa di bulan Ramadhan.

Ustadz Khalid Basalamah di salah satu postingan ceramahnya di Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (21/2/2026), mengatakan bahwa ada kebaikan-kebaikan untuk kita yang ditunda disebabkan oleh dosa.

“Pernahkah kita merasa ada banyak kebaikan yang seakan tertahan dalam hidup? Bisa jadi bukan karena kurang usaha, tetapi karena ada kesalahan yang belum kita pohonkan ampunannya kepada Allah ﷻ. Inilah mengapa pemaafan dosa memiliki dampak yang sangat besar dalam kehidupan seorang hamba,” katanya.

Pemaafan dari Allah ﷻ bukan hanya menghapus hukuman akibat pelanggaran, tetapi juga mengembalikan berbagai kebaikan yang sempat tertahan tersebut.

Nabi Adam alaihissalam pernah memohon ampun setelah melakukan kesalahan, lalu Allah ﷻ menerima taubatnya serta mengembalikan kemuliaannya yang sempat hilang.

“Ini menjadi pelajaran bahwa pintu ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya. Pada bulan Ramadan, kesempatan ini semakin luas, terutama dengan memperbanyak membaca dan memperbaiki bacaan Al Quran,” katanya.

Rasulullah ﷺ dikenal sangat dermawan, dan beliau semakin dermawan juga di bulan Ramadhan saat Jibril datang mengajarkan Al Quran setiap malam.

Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk kembali dekat dengan Al Quran.

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Az-Zumar [39]: 53)

Rasulullah ﷺ bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR Tirmiżi: 2499, Ṣahih al-Targīb 3139).

Baca Juga :   TEROR BOM MOLOTOV Gegerkan Banjarmasin Utara, Polisi Intensifkan Patroli dan Buru Pelaku

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca