Berdasarkan Nota Kesepahaman bersama DPRD Kalsel, pembangunan stadion internasional tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1 triliun untuk tiga tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama, pekerjaan difokuskan pada pengolahan dan perkuatan tanah serta struktur awal.
“Target kami, akhir 2028 stadion sudah rampung. Tahun 2026–2027 progres fisik sudah terlihat signifikan,” jelas Ryan.
Sementara itu, untuk kelanjutan pembangunan rumah jabatan gubernur, Pemprov Kalsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp120 miliar dengan skema dua tahun anggaran. Review desain telah dilakukan pada tahun 2025 dan pada tahun 2026 masuk tahap tender manajemen konstruksi.
“Manajemen konstruksi rumah jabatan gubernur juga sudah tayang. Saat ini kami sedang persiapan review HPS bersama Inspektorat. Minggu ini berkas masuk ke Inspektorat dan kita tunggu hasil reviewnya,” katanya.
Ryan menjelaskan, pada tahun 2026 anggaran yang dialokasikan sebesar Rp50 miliar dari total pagu Rp120 miliar, yang difokuskan untuk penyelesaian struktur bangunan. Sementara pada tahun berikutnya pekerjaan akan dilanjutkan pada aspek arsitektural serta mekanikal dan elektrikal.
“Kalau tahun ini yang jelas struktur. Insha Allah setengah pekerjaan selesai tahun ini, tahun depan lanjut arsitektural dan ME,” pungkasnya.
Dengan ditetapkannya dua proyek tersebut sebagai program prioritas, Dinas PUPR Kalsel berharap seluruh tahapan berjalan lancar sesuai perencanaan dan dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan daerah. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







