“Teater Banua Idaman ini sudah turun-temurun. Ada sejak sebelum Banjarbaru berdiri, sampai sekarang dan ke depan akan dilanjutkan oleh generasi muda,” katanya.
Lebih jauh, Arif menilai pelestarian teater tradisional di Banjarbaru saat ini terus mengalami perkembangan.
Dukungan pemerintah daerah dinilai turut memberi ruang lebih luas bagi kesenian lokal untuk tampil dan dikenal masyarakat.
Arif juga menilai, keberadaan teater tradisional bukan hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Banjarbaru, seiring perannya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.
“Mamanda ini bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Harapannya, teater tradisional bisa terus hidup dan menjadi kebanggaan Banjarbaru,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu
