Ambruknya jembatan tersebut disebabkan kondisi bangunan yang sudah tua, lapuk, dan tidak lagi layak digunakan. Namun hingga kini, akses darurat belum tersedia, sehingga para pelajar terpaksa melewati jalur berbahaya setiap hari.
Kondisi ini menuai keprihatinan masyarakat luas, sekaligus menjadi sorotan terkait pentingnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur pendidikan dan keselamatan anak-anak di daerah terpencil.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad






