WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Menjelang pelaksanaan Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor (Guru Zuhdi), panitia terus memaksimalkan persiapan demi kelancaran acara akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 atau malam 27 Sya’ban.
Memasuki dua pekan terakhir sebelum hari H, Majelis Tabarruk (Majta) Banjarmasin mulai memperkuat koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Fokus utama diarahkan pada pengaturan jalur kedatangan jamaah, pengamanan kegiatan, hingga penataan ulang area di sekitar Kubah Guru Zuhdi.
Ketua Umum Majta Banjarmasin, Muhammad Nidauddin, mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, termasuk Sekretaris Daerah serta sejumlah instansi terkait.
“Alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Banjarmasin, termasuk dinas-dinas seperti Dinas Kesehatan, agar seluruh rangkaian haul berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Area Kubah Ditutup Sementara untuk Peziarah Umum
Sebagai bagian dari persiapan teknis, panitia memutuskan akan memberlakukan penutupan sementara area kubah bagi peziarah umum menjelang haul.
“Penutupan kubah diberlakukan pada H-1, yakni Jumat, 13 Februari 2026, mulai pukul 18.00 WITA. Setelah itu tidak ada lagi aktivitas ziarah umum hingga haul berlangsung,” jelas Nidauddin.
Ia menambahkan, pelaksanaan haul akan dimulai setelah salat Magrib.
“Haul akan dilaksanakan bada Magrib,” tambahnya.
Jamaah Diprediksi Membludak dari Berbagai Daerah
Panitia juga memprediksi jumlah jamaah yang hadir tahun ini akan meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya, jamaah diperkirakan datang dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan bahkan luar provinsi.
