WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Aktris Prilly Latuconsina menyampaikan permintaan maaf melalui laman Instagram pribadinya, usai dikritik masyarakat terkait fitur Open to Work pada laman LinkedIn.
Prilly dinilai tidak memiliki empati terhadap banyaknya pengangguran dan sulitnya publik mendapatkan pekerjaan saat ini.
Melalui unggahannya itu, ia mengatakan memahami perasaan sebagian warganet yang menjadi marah karena hal tersebut.
“Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga ngerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau enggak nyaman,” ujar Prilly dikutip Rabu (4/2/2026).
Untuk itu, dia mengunggah sebuah video untuk mengklarifikasi hal ini dengan itikad baik, sebagai bentuk tanggung jawab dan cara Prilly berkomunikasi dengan netizen.
“Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus, kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa enggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan,” tuturnya.
Ia ingin menegaskan bahwa sejak awal tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati terhadap situasi yang sedang banyak dihadapi oleh orang-orang saat ini. Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang,” lanjutnya.
Ia mengaku akhirnya mengerti mengapa konten “Open to Work” pada Linkedin tersebut dapat terasa menyakitkan bagi sebagian pihak.
Ia menegaskan ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah dicoba olehnya.
“Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajar aku dan upaya aku untuk terus tumbuh,” sebutnya.







