WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Curah hujan lebat masih berpotensi mengguyur Banjarbaru dan sekitarnya dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, intensitas hujan yang terjadi membuat wilayah Banjarbaru masuk dalam kategori waspada hujan sedang hingga lebat.
Analis Iklim BMKG Kalimantan Selatan, Muhammad Arif Rahman, mengungkapkan hujan yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) pagi tercatat mencapai 99 milimeter/hari berdasarkan pengukuran di Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Jalan Trikora.
“Curah hujan tersebut masuk kategori lebat, namun belum termasuk yang ekstrem. Hujan ekstrem itu di atas 150 milimeter per hari,” jelasnya.
Ia menerangkan, intensitas hujan yang kerap terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, yakni angin musiman dari Benua Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh adanya dorongan udara dingin dari Asia atau cold surge yang melintasi garis khatulistiwa hingga ke wilayah Indonesia bagian selatan.
“Khusus di Kalimantan Selatan, suplai uap air dari Laut Cina Selatan terus terdorong masuk, sehingga awan hujan mudah terbentuk dan bertahan cukup lama,” katanya.
Selain Monsun Asia, BMKG juga mencatat pengaruh La Niña lemah yang masih berlangsung.
BACA JUGA: OTT KPK di Banjarmasin, Dugaan Suap
Fenomena ini turut meningkatkan potensi curah hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah termasuk Kalimantan Selatan.
BMKG memprakirakan pada periode 3-9 Februari 2026, cuaca di Kalimantan Selatan didominasi hujan ringan hingga sedang, namun masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
