DPKP Kalsel Fokuskan Program Holtikultura 2026 di Komoditas Pengendali Inflasi

Terkait penyebaran komoditas buah, Amir menyebutkan bahwa durian dominan dikembangkan di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan sebagian di kabupaten HST dan Tabalong, sementara pisang disalurkan sesuai permohonan kabupaten/kota setelah melalui proses verifikasi terhadap kelompok kelompok tani pemohon.

BACA JUGA: Daftar Lengkap Harga Emas Antam Pagi ini Rabu 4 Februari 2026, Stabil di Rp 2,844 Juta Per Gram

Adapun untuk komoditas jeruk, DPKP Kalsel terus berupaya mempertahankan produksi di tengah menurunnya dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sejak 2023.

“Jeruk menjadi perhatian karena pengembangan jeruk sangat didukung oleh dana APBN namun sejak 3 (tiga) tahun terakhir sudah tidak ada lagi jadi hanya mengandalkan dukungan dana APBD, produktivitas jeruk, khususnya di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar, mulai menurun. Ini yang terus kami antisipasi ke depan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/mckalsel)

Editor: Yayu

Baca Juga :   Haul ke-6 Guru Zuhdi, Polresta Banjarmasin Turunkan Randurlap Brimob untuk Layani Ribuan Jamaah

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca