Amir menegaskan, keterbatasan anggaran tidak mengurangi semangat jajaran DPKP Kalsel dalam mengawal pembangunan hortikultura, baik tanaman sayur, buah-buahan, maupun tanaman hias di Kalimantan Selatan.
Selain itu, DPKP Kalsel juga merencanakan pengembangan tanaman hias melati yang selama ini secara swadaya dikembangkan masyarakat di Kabupaten Banjar dengan luasan yang terbatas.
Program tersebut direncanakan akan diangkat lebih optimal pada tahun 2027.
“Kami melihat potensi melati di Kabupaten Banjar cukup besar, namun selama ini masih swadaya. Ke depan, kami upayakan untuk dikembangkan lebih luas,” tuturnya.
Dalam rangka mendukung pengembangan komoditas hortikultura dan tanaman pangan, DPKP Kalsel juga memanfaatkan lahan milik pemerintah provinsi di kawasan Bukit Merangkul (eks kawasan sport Center).
Di lokasi tersebut dikembangkan berbagai komoditas, seperti bawang merah, cabai besar, cabai rawit, durian, serta komoditas tanaman pangan seperti jagung, singkong, kacang tanah, dan aneka sayuran.
“Untuk hortikultura, perkembangan cabai, bawang merah, dan durian di Bukit Merangkul cukup bagus yang pasti lahan di Bukit merangkul sangat cocok untuk dikembangkan menjadi kahan pertanian. Durian bahkan sudah ada yang tumbuh besar, sehingga kami dorong pengembangannya lebih lanjut,” ungkap Amir.
Ia menambahkan, pengembangan hortikultura di Kalsel tidak hanya terbatas pada bantuan pemerintah, tetapi juga terus didorong melalui swadaya masyarakat.
Berbagai komoditas sayur dan buah tetap dikembangkan secara mandiri oleh kelompok tani di sejumlah daerah.
