Insiden kekerasan tersebut terjadi pada awal pekan ini di depan pusat perbelanjaan Hoog Catharijne, Utrecht. Dalam laporan yang beredar, petugas polisi disebut memukul salah satu wanita dengan pentungan, sementara korban lainnya ditendang di bagian perut.
Peristiwa ini semakin memicu kemarahan publik setelah rekaman video kejadian tersebut viral di media sosial, memperlihatkan aksi agresif aparat terhadap kedua wanita.
Pihak kepolisian Belanda mengeluarkan pernyataan resmi bahwa penyelidikan telah dibuka untuk mengusut insiden tersebut.
“Seluruh rekaman video yang tersedia akan ditinjau,” ujar polisi dalam keterangannya.
Namun, polisi juga menyebut salah satu wanita sempat ditahan karena dicurigai menghina petugas.
Juru bicara kepolisian mengakui bahwa video tersebut memunculkan emosi dan pertanyaan besar di masyarakat, khususnya terkait dugaan rasisme, sebagaimana dilaporkan oleh media publik Belanda NOS.
Lebih jauh, pengacara korban, Anis Boumanjal, mengatakan bahwa petugas tersebut diduga melontarkan pernyataan rasis kepada para korban.
“Salah satu petugas mengatakan, ‘Anda tidak pantas berada di negara ini,’” ungkap Boumanjal kepada NOS.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas di Belanda dan memicu diskusi besar soal diskriminasi serta perlakuan aparat terhadap komunitas minoritas.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







