Selain itu, setiap titik pelaksanaan pasar murah direncanakan menyediakan sekitar 500 paket, dengan melibatkan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta distributor lokal.
Hal ini bertujuan agar tidak hanya gula dan minyak goreng yang tersedia, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya dengan harga distributor atau lebih murah dari harga pasar.
Tezar juga menegaskan, mekanisme penyaluran CSR dilakukan secara transparan, di mana perusahaan menyalurkan bantuan langsung melalui rekening Baznas, yang selanjutnya digunakan untuk membayar subsidi kepada Bulog.
Ia berharap, jumlah paket Pasar Murah BCSR tahun 2026 dapat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mengingat pada tahun 2024 tercatat sebanyak 12.000 paket dan tahun 2025 mencapai sekitar 13.584 paket.
“Di tahun 2024 alhamdulillah ada 12.000 paket yang kita terima sebagai CSR-nya, terus di tahun 2025 ada sekitar 13.584 cukup banyak ya di tahun 2025. Mudah-mudahan di tahun ini bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.
“Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan stakeholder terkait ini diharapkan pelaksanaan Pasar Murah BCSR Ramadan 2026 dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu menekan laju inflasi daerah,” katanya.
BACA JUGA: Angin Puting Beliung Berputar di Laut Dekat Bandara Stagen Kotabaru
Terkait rapat persiapan itu, turut dihadiri juga oleh perwakilan perusahaan, perbankan hingga perhotelan di Kota Banjarmasin.
Sementara itu Ramadan 1447 Hijriyah atau 2026 ini diperkirakan bakal berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







