Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menegaskan Sungai Guring termasuk titik krusial yang membutuhkan penanganan serius.
“Hari ini kita bekerja bersama. Kita angkat sumbatan dan membuka aliran agar kapasitas sungai kembali optimal,” jelasnya.
Walikota juga mengatakan, pendekatan persuasif tetap diutamakan.
“Warga diberi pemahaman dan waktu untuk membongkar secara mandiri agar normalisasi sungai bisa berjalan dan genangan air berkurang,” tambah Suri.
BACA JUGA: Sensor Ketat Konten Genosida, Tiktok Mulai Ditinggalkan Banyak-Pengguna, Upscrolled Buatan Palestina Naik Daun
Langkah ini ditanggapi positif oleh warga, di antaranya adalah Ketua RT. 25, Abdul Rasyid, mengaku kehadiran langsung kepala daerah memberi harapan baru.
“Kami merasa diperhatikan. Harapan kami, ke depan banjir berkurang dan lingkungan kami lebih tertata,” ujarnya.
Aksi di Sungai Guring menandai perubahan arah pembangunan dari reaktif menjadi preventif dan kolaboratif.
Pemerintah Kota Banjarmasin berpesan bahwa sungai bukan lagi masalah yang ditunda, tetapi aset bersama yang harus dijaga mulai hari ini. (wartabanjar.com/yayu)
Editor: Yayu







